Allah

468x60 ads

RAHMAT ARIES BLOG'S



Celana Tergantung Menyelamatkan Bakso-ku

Siang ini, matahari tak memancarkan cahayanya seperti hari-hari biasa. Tertutupi oleh putihnya awan. Tetesan air hujan, terjun bebas dari tingginya awan di angkasa membasahi kota daengku. Semoga hujan kali ini membawa manfaat untuk para penghuni planet ketiga. Seperti biasa, sehabis shalat dzuhur saatnya beristirahat dan bersantai. Cukup meng-update blog sederhanaku, dan memosting hal-hal baru, itu sudah merefreshkan pikiran ini dari segala rutinitas. Bermodalkan uang 3ribu rupiah, saya mengelilingi dunia dengan berselancar di dunia maya. Detik demi detik pun berlalu, biling di warnet ini kan genap menjadi 60 menit. Sungguh, tak terasa waktu 60 menit itu kini berlalu dan tidak akan kembali. Id (Teori Psikoanalisa, Freud) ini, bergejolak dan harus di turuti, yah… keperluan biologis itu membuat abdomenku menari hula-hula. Mungkin, ulat dari perut ini sudah berdemo ibarat mahasiswa di Makassar yang berdemo mengenai kenaikan BBM dengan anarkisnya. Ternyata, di depan warnet ini, tersedia bola daging yang lezat. Alhamdulillah, uang masih cukup.

 Langkah kaki ini melangkah menuju rumahku tercinta, dengan payung biru di tangan kiri, dan bungkusan bening berisi bola daging di tangan kananku, siap berperang melawan lezatnya bola daging.
Ternyata di lorong rumahku macet, ntah mengapa akhir-akhir ini ia berkiblat dengan kondisi Jakarta. Sebagai pengguna jalan, tentu harus berjalan di pinggir. Terlihat bubur hitam memenuhi tepi jalan yang akan ku lewati, dengan kekuatan penuh dan berfokus, Akhirnya bisa menghindari bubur selokan hitam itu. Tiba-tiba mobil datang dari arah depan dengan kekuatan supernya. Tak bisa di pungkiri, kaki ini melangkah ke samping dan akhirnya menginjak lumpur selokan itu. Alhamdulillah, Tingkat defence ku saat itu tinggi, karena menggunakan armor “celana tergantung”. Senyum terpancar, it’s sunnah ternyata selain terhindar dari Api Neraka kelak, di dunia ternyata ada manfaatnya. Celana tergantung menyelamatkan ku dari kotoran, dan kebanjiran. Sekiranya menggunakan celana panjang yang melebihi mata kaki, gerakan refleks yang terjadi pasti lebih ekstrim, bisa jadi melompat, dan terjatuh karena menghindari kotornya celana tersebut. Alhamdulillah

Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Nabi s.a.w. sabdanya: "Apa yang ada di bahagian bawah dari kedua mata kaki, maka akan dimasukkan dalam neraka." (Riwayat Bukhari)

Hati ini merasa senang, dan bangga akan agamaku yang amazing ini. Dan, merasa semangat lagi untuk menuntut ilmu agama-Nya, karena ku yakin setiap yang diturunkan itu ada manfaatnya untuk umat di dunia agar mendapatkan Rahmat dan Hidayah-Nya.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Amr bin Maimun radhiyallahu’anhu bahwa ketika Khalifah Umar bin Khathab radhiyallahu’anhu ditusuk perutnya ketika sholat shubuh oleh Abu Lu’luah Al Majusi budaknya sahabat Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu’anhu, kemudian diangkat ke rumahnya kemudian diberi minum air kurma dan diminumnya maka keluar dari tenggorokannya, kemudian diberi air susu maka beliau meminumnya dan keluar dari lukanya. Banyak manusia memujinya dan datanglah seorang anak muda dan berkata : “Bergembiralah wahai Amirul Mu’minin dengan berita gembira dari Allah untukmu, dari bersahabat dengan Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam dan apa yang baktikan untuk islam apa engkau telah lakukan kemudian engkau berkuasa dan berlaku adil serta mendapatkan syahadah (mati syahid).” Beliau menjawab : “Saya berharap hal itu cukup untukku (impas)” Ketika anak muda itu pergi dilihatnya kainnya menyentuh tanah, kemudian beliau berkata : Kembalikan anak muda itu kepadaku.” Dan beliau berkata : ” Wahai anak saudaraku ! Angkat kainmu maka itu lebih kekal untuk pakaianmu dan lebih suci untuk Rabbmu.”

Maka betapa perhatian beliau terhadap kain yang menjulur melewati mata kaki (isbal) padahal dalam kondisi terluka parah, karena isbal merupakan dosa besar yang Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam mengancamnya dengan api neraka. Wallaahu a’lam bi shawaab.

0 komentar:

Poskan Komentar