Allah

468x60 ads

RAHMAT ARIES BLOG'S



Macam-Macam Tangisan Menurut Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah

Apakah tangisan itu?

Tangis adalah sebuah perasaan lembut yang menimpa hati sebagai akibat dari adanya perasaan takut, khawatir, kasih sayang, rindu atau sedih yang itu berpengaruh kepada jiwa lalu diikuti tetesan air mata. Dan biaasanya tetesan air mata tersebut membuahkan perasaan jiwa yang ringan dan tenang terhadap apapun yang menimpa.


Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam bukunya 'Zaadul Ma'aad'  menyebutkan ada sepuluh macam tangis:
1. Tangis karena takut dan khawatir.
2. Tangis karena kasihan dan ketidaktegaan.
3. Tangis karena cinta dan rindu.
4. Tangis karena gembira dan bahagia.

5. Tangis karena sedih disaat ditimpa musibah yang tidak mampu ditanggunya.
6. Tangis kepedihan, bedanya dengan tangis ketakutan, bahwa tangis kepedihan hati ini merupahkan tangis atas sesuatu yang tidak disukai (musibah) atau perginya orang atau sesuatu yang dicintai dan itu sudah lewat. Adapun tangis ketakutan adalah tangis tehadap apa yang bakal terjadi di masa yang akan datang. Adapun perbedaan tangis kesidihan dan kegembiraan dengan tangis kebahagiaan adalah air mata kegembiraan dan terasa dingin lagi sejuk sedang hari merasa senang. Adapun air mata kesedihan, ia terasa panas dan suasana hati diliputi duka. Dari itulah, dikatan pada sesuatu yang menjadi faktor kegembiraan "ia adalah penyejuk pandangan mata (Qurratu 'ain)". Adapun terhadap apa yang menjadi sebab kesedihan dikatakan "ia sesuatu yang menyebalkan mata" serta " Semoga Allah menyebalkan matanya dengan itu"
7. Tangisan Kelemahan dan ketidakberdayaan.
8. Tangis Kemunafikan, yaitu matanya menangis akan tetapi hatinya tumpul dan mengeras.
9. Tangis karena bayaran, yaitu seperti tangisan orang yang dibayar untuk bela sungkawa atau duka atas mayit (An-Naaihah). Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh Umar Bin Al-Khattab R.A. "Engkau menjual air matanya dan menangisi kesedihan selainnya?"

10. Tangis Solidaritas, yaitu seorang yang menangis karena ia menyaksikan banyak manusia bersama-sama menangis karena tertimpa sesuatu. Ia ikut menangis akan tetapi tidak mengetahui untuk apa orang-orang lain tadi menangis. Ia melihat menangis mereka menangis, lalu iapun ikut menangis.

0 komentar:

Poskan Komentar