Allah

468x60 ads

RAHMAT ARIES BLOG'S



Atribusi Internal dan Eksternal

ATRIBUSI
Model of Scientific Reasoner (Harold Kelley, 1967, 1971)

Suatu peristiwa yang terjadi disebuah kampus ternama di Indonesia, terdapat mahasiswa yang sangat suka berdebat dengan dosennya.
  • Bagaimana atribusi internal pada peristiwa tersebut.?
  • Bagaimana atribusi eksternal pada peristiwa tersebut.?
  • Bagaimana atribusi internal-eksternal pada peristiwa tersebut.?

Jenis
Internal
Eksternal
Internal - Eksternal
Distinctiveness
Rendah
Tinggi
Tinggi
Konsensus
Rendah
Tinggi
Rendah
Konsisten
Tinggi
Tinggi
Tinggi

Contoh :
1.  Atribusi Eksternal
Disebuah kampus ternama di Indonesia. Terdapat mahasiswa yang bernama Erick, mahasiswa ini sering berdebat dengan dosen mata kuliah agamanya, begitu pula mahasiswa lain sekelasnya Erick, (Konsensus : Tinggi). Erick berdebat, bukan hanya pada mata kuliah agama dosen ini mengajar, tetapi hari-hari lain seperti waktu kosong (Konsistensi : Tinggi). Erick hanya sering berdebat dengan dosen agamanya, tidak dengan dosen-dosen mata kuliah lainnya (Distinctiveness : Tinggi)

Maka kita dapat menyimpulkan ;
Pada kondisi diatas, kita dapat melihat atribusi Eksternal bahwa Erick berdebat karena dosen agamanya yang berulah, bukan karena watak erck yang pendebat. 

2. Atribusi Internal
Disebuah kampus ternama di Indonesia. Terdapat mahasiswa yang bernama Erick, mahasiswa ini sering berdebat dengan dosen mata kuliah agamanya, tidak seperti mahasiswa lain sekelasnya Erick yang tidak suka berdebat, (Konsensus : Rendah). Erick berdebat, bukan hanya pada mata kuliah agama dosen ini mengajar, tetapi hari-hari lain seperti waktu kosong (Konsistensi : Tinggi). Bukan hanya dosen agamanya yang erick debati. Namun dosen mata kuliah lainnya pun, erick sering berdebat (Distinctiveness : Rendah).
Maka kita dapat menyimpulkan ;
Pada kondisi diatas, kita dapat melihat atribusi Internal bahwa Erick memang suka berdebat dengan dosen-dosennya. 

3. Atribusi Internal-Eksternal.
Disebuah kampus ternama di Indonesia. Terdapat mahasiswa yang bernama Erick, mahasiswa ini sering berdebat dengan dosen mata kuliah agamanya, tidak seperti mahasiswa lain sekelasnya Erick yang tidak suka berdebat, (Konsensus : Rendah). Erick berdebat, bukan hanya pada mata kuliah agama dosen ini mengajar, tetapi hari-hari lain seperti waktu kosong (Konsistensi : Tinggi). Erick hanya sering berdebat dengan dosen agamanya, tidak dengan dosen-dosen mata kuliah lainnya (Distinctiveness : Tinggi)
Maka kita dapat menyimpulkan ;
Pada kondisi diatas, kita dapat melihat atribusi Internal Eksternal bahwa Erick memang suka berdebat dan pengaruh dari dosen agamanya yang suka berdebat. Sehingga kesukaan erick untuk berdebat didukung oleh dosen agamanya yang suka berdebat juga.

Nama : Rahmat Aries
NIM   : 1171040051
Fakultas Psikologi
Universitas Negeri Makassar.

1 komentar:

Poskan Komentar