Allah

468x60 ads

RAHMAT ARIES BLOG'S



Tafsir Ibnu Abbas : 114 An Naas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ -١- 
Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb manusia,
Qul a‘ūdzu (katakanlah, Aku berlindung), yakni katakanlah, hai Muhammad, aku mencari perlindungan. Menurut yang lain, aku memohon perlindungan.
Bi rabbin nās (kepada Rabb manusia), yakni kepada Tuhan seluruh jin dan manusia.



- مَلِكِ النَّاسِ -٢- -
Raja manusia,
Malikin nās (Raja manusia), yakni Raja seluruh jin dan manusia.

- إِلَهِ النَّاسِ -٣
Tuhan manusia,
Ilāhin nās (Tuhan manusia), yakni Pencipta seluruh jin dan manusia.

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ -٤Dari kejahatan si pembisik yang biasa bersembunyi,
Miη syarril waswāsi (dari kejahatan si pembisik), yakni setan.
Al-khannās (yang biasa bersembunyi).

- الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ -٥yang membisikkan ke dalam dada-dada manusia,
Alladzī (yang) apabila Disebut Nama Allah, ia bersembunyi dan menutupi dirinya. Namun, apabila tidak Disebut Nama Allah ….
Yuwaswisu fī shudūrin nās (membisikkan ke dalam dada-dada manusia), yakni ke dalam dada-dada makhluk.

مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ -٦dari (kalangan) jin dan manusia.
Minal jinnati wan nās (dari [kalangan] jin dan manusia), yakni ia membisikkan ke dalam dada jin sebagaimana ia membisikkannya ke dalam dada manusia. Kedua surah ini (al-Falaq dan an-Nās) diturunkan berhubungan dengan Labid bin al-A‘sham, seorang Yahudi yang pernah menyihir Nabi saw.. Lalu Nabi saw. membacakan kedua surah ini untuk menghancurkan sihirnya. Alhasil, Allah Ta‘ala pun Menghilangkan pengaruh sihir itu dari beliau.

0 komentar:

Poskan Komentar