Allah

468x60 ads

RAHMAT ARIES BLOG'S



Nasehat Nabi kepada Abu Dzar Jundub bin Junadah Al-Ghifari Radiyallohu Ta`ala Anhum

 Nasehat Nabi kepada Abu Dzar Jundub bin Junadah Al-Ghifari Radiyallohu Ta`ala Anhum bahwa “Sesungguhnya kekasihku memerintahkan kepadaku dengan 7 perkara:

1.    Untuk cinta kepada orang-orang miskin dan dekat kepada mereka.

Bukan artinya orang kaya tidak dicintai. Karena kita mencintai karena agamanya (keimanannya) walaupun dia kaya atau miskin. Islim betul-betul menjaga kemasyarakatan dan Islam menajaga agar manusia merendah diri, dan dirinya tidak tinggi. Sesungguhnya merendah diri merupakan akhlak yang mulia. Karena dengan mencintai orang-orang miskin dapat membangun masyarakat dan juga kita bisa membantu mereka dan membangkitkan semangat mereka.

2.    Untuk melihat orang di bawah saya. Jangan lihat ke atas.

Sebab kalau dia banyak melihat di atasnya, membuat dia banyak menghayal, dan menyebabkan dia sebagai hamba yang tidak bersyukur. Padahal dia mendapat banyak nikamat dari Allah. Ini berkaitan dengan dunia (kedudukan dan harta). Maka, dengan melihat ke bawah juga dapat menambah sifat kesyukurannya. Dan hal itu tidak merendahkan nikmat Allah. Karena nikmat Allah tidak terhingga. Karena itu bersabarlah. Adapun masalah agama, maka dia hendaknya melihat ke atas.

3.    Menyambung silaturahmi, walaupun kerabat memutuskan hubungan dengan saya.

Karena seorang membalas kejelekan dengan kebaikan, bukan buruk di balas dengan yang buruk pula.

4.    Untuk tidak meminta sesuatu pun kepada seseorang.

Apalagi dia meminta apa yang dia miliki sendiri. Hal ini juga dapat menumbuhkan sifat tawakkal yang tinggi, menjaga kehormatan diri, dan merasa cukup dari apa yang ada pada manusia. Kecukupan yang haqiqi adalah kekayaan yang berada dalam hati, bukan banyaknya harta. Karena kalau seseorang tidak merasa cukup, maka kesengsaraanlah yang dia dapatkan.

5.    Mengucapkan yang benar walaupun itu pahit.

Tidak ada perassaan sunkan, baik itu kepada keluarga, sahabat, dll. Karena kebenaran itu cuma satu, yaitu Al-Qur`an dan As-Sunnah.

6.    Untuk tidak takut cercaan dari orang-orang yang mencerca di jalan agama.

Karena itu ciri kaum yang dicintai oleh Allah dan juga sebab cinta Allah kepada kaum itu. Seperti tidak malu ketika hendak solat ke masjid, dan lain-lain yang berada di jalan Allah.

7.    Untuk memperbanyak ucapan La haula wala quwwata illa billah. Karena itu, harta di bawah singgasanah Allah.

Karena ini zikir yang paling besar. Karena zikir itu ringan, mudah, ringan. Seperti solat, zikir, menuntut ilmu, dll. Juga zikir hati akan menjadi tenang, dan Allah akan memberikan pengampunan. Seperti perkataan Syaikul Islam Ibnu Taimiyah sangat penting, seperti air yang dibutuhkan oleh ikan. Kapan ikan dikeluarkan dari air, maka manusia yang dikeluarkan dari zikir, manusia akan mati, tidak bahagia dalam kehidupannya. (HR. Imam Ahmad)

0 komentar:

Poskan Komentar