Allah

468x60 ads

RAHMAT ARIES BLOG'S



Kisah perjuangan dakwah Muslimah Al Furqon Hong Kong

Pagi mulai merambat, berjalan selangkah demi selangkah menuju siang. Mentari tersenyum cerah di hari ahad 5/2/2012, memberikan sinergi bagi sang penghuni bumi. Selayang, terlihatlah muslimah-muslimah berhijab lebar membawa koper-koper berat berisi buku disalah satu sudut taman Victoria Park, Causeway Bay, Hong Kong. Semangat Nampak bertengger dalam derap langkah mereka, di iringi candaan dan sharing ringan, beban berat koper yang mereka tarik tampak berkurang, sehingga muculah dawai-dawai semangat perjuangan.
Siapakah mereka? Mereka adalah muslimah-muslimah Al Furqon, atau muslimah-muslimah yang tergabung dalam perpus Al Furqon Hong Kong. Dengan bekal dan kondisi seadanya, para muslimah ini berusaha menegakkan syari’at Islam dibumi Hong Kong. Dengan gaya hidup Hong Kong yang serba canggih dan glamour, para muslimah ini tampil berbeda. Tegak memegang sunnah dan menghidupkan panji-panji Islam. Meskipun bukan ustadzah ataupun alumni pesantren, tetapi gaya hidup dan perjuangan mereka layak dibanggakan. Hijab syar’i menjadi identitas, akhlak Islami menjadi kualitas, mengajak masyarakat awam menjadi baik merupakan rutinitas.
Uniknya dari cara dakwah perpus Al Furqon Hong Kong ini adalah, mereka menuntut ilmu kepada ustadz Muadz Rusly alumni STIBA (Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab) Makasar via telpon tiap ahad. Menurut pengurus Al Furqon, dalam memilih guru, mereka menekankan pada guru yang berpegang pada salaf, mengajarkan ilmu Dien sesuai takaran sunnah, sehingga ilmu yang didapatkan tidak hanya berhenti pada mereka, namun juga disebarkan dilapangan. Tidak mengherankan jika keberadan muslimah ini tegar ditengah masyarakat yang masih asing dengan jilbab lebar, karena para muslimah ini selalu terbuka memberikan bantuan pada siapapun tanpa memandang perbedaan.
Hal unik lainnya adalah, buku-buku yang ada diperpus Al Furqon memiliki koleksi yang beragam. Mulai dari buku jihad, wirausaha, novel Islami, kristologi dan buku-buku bertema umum. Keadaan lapangan yang terdiri dari berbagai latar belakang dan tingkat pemahaman yang berbeda, membuat pengurus Al Furqon ini bersikap bijaksana, menyediakan buku dalam tingkatan yang berbeda-beda pula. Banyaknya rintangan yang menghalangi tidak membuat semangat mereka redup, dari ke hari sudah biasa digusur petugas keamanan yang merasa terganggu dengan koper-koper mereka. Semoga dakwah muslimah-muslimah ini bersinar terang dinegara Jacky Chan. Bagi warga Indonesia yang sedang berwisata ke Hong Kong, hari ahad bisa menyempatkan berkunjung ke perpus Al Furqon ini. (Yulianna PS)

0 komentar:

Poskan Komentar